LokasiDewasa – Banyak orang yang menganggap bahwa kegiatasn seks sebagai sebuah pengalaman yang sangat menyenangkan dan memuaskan. Namun, ternyata masih banyak orang yang keliru karena terdapat beragam mitos tentang seks di luar sana yang masih simpang siur mengenai kebenarannya.

Baca juga: Apakah Ada Hal Yang Bisa Membantu Wanita Orgasme Lebih Cepat? Ini Penjelasannya!

Berikut ini 5 mitos seks yang tidak selalu benar:

Ukuran penis yang besar membuat seks lebih memuaskan

Seorang dokter anak sekaligus penulis buku “Don’t Put That In There!”, Rachen C. Vreeman, M.D dan Aaron E. Carroll, M.D, menunjukkan bahwa survei yang dilakukan pada 50.000 pria dan wanita untuk mengetahui apakah faktor ukuran penis menjadi salah satu kepuasan mereka dalam berhubungan seks atau tidak.

Ternyata hasilnya sebanyak 85 persen wanita mengatakan bahwa mereka puas dengan ukuran penis pasangan mereka, sementara hanya 55 persen pria yang puas dengan ukuran penis mereka sendiri saat berhubungan intim dengan pasangan.

Belum bisa dikatakan mencapai orgasme kalau tidak melalui vagina

Sebuah penelitian menunjukkan presentase klimaks saat seks pada wanita, di mana 25 persen wanita mudah mencapai orgasme dengan penetrasi, sementara 75 persen sisanya lebih memilih untuk mendapatkan rangsangan pada klitorisnya. Jadi jangan berpikir kalau Anda tidak bisa mencapai orgasme maksimal melalui penetrasi, atau berpikir Anda sulit untuk memuaskan pasangan karena tak kunjung mencapai klimaks.

Pasalnya, sebagian wanita mungkin akan lebih memilih diberikan rangsangan pada klitorisnya dibandingkan melakukan penetrasi pada vagina. Maka itu, ada baiknya jika Anda dan pasangan berdiskusi atau sekadar bertanya, bagian apa yang disukai saat bercinta atau bagaimana caranya untuk membuat masing-masing klimaks.

Wanita harus di beri rangsangan pada klitori agar mencapai klimaks saat bercinta

Ada banyak cara agar wanita bisa mencapai orgasme. Misalnya dengan merangsang puting payudara, telinga, leher, hingga klitoris. Menurut Vreeman dan Caroll, orgasme yang muncul dengan melakukan sentuhan-sentuhan pada area tubuh lainnya ini kemudian disebut dengan nama “zona orgasme”.

Melakukan oral seks lebih aman dibandingkan seks pada vagina

Mungkin banyak pasangan akan memilih langkah seks yang satu ini guna menghindari terjadinya kehamilan. Padahal dengan melakukan oral seks, tetap tidak menutup kemungkinan terjadinya penularan penyakit infeksi menular seksual (IMS), misalnya penyakit herpes, gonore, dan klamidia bisa menular meski dilakukan dengan seks oral.

Untuk itu, agar Anda dan pasangan lebih aman dan nyaman saat bercinta, sebaiknya gunakan kondom saat seks oral demi mencegah penularan penyakit kelamin.

Wanita yang sering melakukan hubungan seks, memiliki vagina yang lebih kendur

Faktanya, menurut Debby Herbenick, Ph.D seorang profesor di Indiana University sekaligus penulis buku The Coregasm Workout, bahwa vagina wanita bersifat fleksibel sehingga cenderung tidak akan terlalu berubah dalam ukuran maupun bentuknya meskipun telah berkali-kali melakukan hubungan seksual.

Mitos tentang seks ini diperkuat dengan studi yang membandingkan kelompok wanita yang sudah melahirkan dengan wanita yang belum melahirkan maupun berhubungan intim. Hasilnya menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam perubahan ukuran vagina. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here