LokasiDewasa – Pada hepatitis A, virus akan menyebar melalui fekal-oral (penularan dari feses ke mulut), yang dapat terjadi apabila terdapat sebuah kontak langsung antara oral dan anal. Jari juga dapat menjadi sebuah alat penularan, saat berkontak dengan anus seseorang yang sudah terinfeksi.

Baca juga: Ini Dia Yang Terjadi Pada Tubuh Wanita Saat Sedang Orgasme Betulan

Sedangkan pada hepatitis B, penularan virus akan melalui kegiatan seksual yang lebih mudah dibandingkan dengan penularan HIV. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, virus tersebut dapat ditemukan pada saliva, cairan vagina, dan sperma, maka penularannya pun dapat dilakukan ketika terjadi seks oral atau anal. Namun, perlu digarisbawahi bahwa penularan tidak akan terjadi dengan berpegangan tangan, berpelukan, atau sekedar kecupan.

Risiko tertular ketika melakukan ciuman memang ada, namun belum diketahui seberapa besar risiko tertular. Jika ciuman tersebut melibatkan pertukaran ludah dalam jumlah besar, mungkin risikonya bertambah. Selain itu, hati-hati dengan luka pada mulut, sebab ini juga meningkatkan risiko tertular saat berciuman.

Sedangkan pada hepatitis C, virus menular melalui darah – bisa menular melalui darah menstruasi, bisul, atau luka genital. Hepatitis jenis ini dideteksi memiliki jumlah yang lebih besar dibanding dengan orang yang memiliki riwayat berganti-ganti pasangan – termasuk penyakit menular seksual. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here