LokasiDewasa – Pernahkah Anda melihat bercak putih pada amandel Anda, atau yang disebut detritus tonsil? Bila ya, mungkin itu tanda Anda mengalami infeksi di tenggorokan. Ketahui berbagai penyebab bercak putih pada amandel dan cara mengatasinya.

Baca juga: Tips Pola Makan Untuk Diet Sehat

Detritus tonsil terbentuk ketika bakteri dan bahan lain, seperti sel-sel mati, lendir, air liur, dan sisa makanan, terperangkap pada kripta (lekukan) amandel yang lama-kelamaan mengeras. Kondisi ini dapat dipicu oleh radang amandel (tonsilitis) berulang atau peradangan kronis pada daerah amandel dan sekitarnya.

Mereka yang mengalami pembentukan detritus tonsil biasanya juga memiliki gejala lain, seperti pilek, sakit tenggorokan, batuk, demam, kesulitan untuk menelan, sakit kepala, pembengkakan di kelenjar getah bening, dan bau mulut. Dalam beberapa kasus, detritus tonsil dapat menyebabkan pembengkakan amandel yang mengakibatkan Anda menjadi kesulitan untuk bernapas.

 

Berbagai Kondisi yang Menyebabkan Detritus Tonsil

Bercak putih pada amandel umumnya disebabkan oleh penumpukan bakteri dan sisa makanan di lekukan amandel. Namun, terdapat berbagai kondisi penyakit lain yang bisa menyebabkan detritus tonsil, yaitu:

  • Radang amandel
    Radang amandel (tonsillitis) adalah peradangan yang terjadi pada amandel (tonsil). Kondisi ini biasanya disebabkan oleh bakteri Streptococcus pyogenes, namun bakteri lain dan virus juga dapat menyebabkan peradangan di amandel. Gejala yang muncul ketika Anda mengalami radang amandel, antara lain adalah demam, sakit tenggorokan, kesulitan untuk menelan, dan sakit kepala.
  • Radang tenggorokan
    Radang tenggorokan adalah peradangan dan rasa sakit pada tenggorokan yang disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus pyogenes, namun bisa juga disebabkan oleh virus, alergi, atau paparan zat yang mengiritasi tenggorokan. Radang tenggorokan karena infeksi bakteri dapat ditandai dengan munculnya garis-garis atau bercak putih di tenggorokan. Selain itu, terdapat gejala lain yang ditimbulkan dari penyakit ini, misalnya merasa lemas, pembengkakan di tenggorokan, kesulitan untuk menelan, demam, sakit kepala, dan mengalami gejala yang mirip flu. Radang tenggorokan umumnya lebih banyak menyerang anak kecil dan remaja.
  • Kandidiasis oral
    Kandidiasis pada mulut, atau kandidiasis oral, merupakan infeksi jamur Candida albicans yang berkembang pada dinding mulut. Pada kandidiasis oral, terdapat gumpalan berwarna keputihan pada pipi bagian dalam, gusi, atau pada amandel.

    Gejala lainnya berupa rasa nyeri di sekitar gumpalan, kulit kering dan pecah-pecah di sudut mulut, kesulitan untuk menelan, dan mudah mengalami perdarahan ketika gumpalan tergores. Kondisi ini biasanya menyerang bayi dan orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, serta efek samping pemakaian antibiotik dalam jangka panjang.
  • Batu amandel
    Batu amandel adalah endapan kalsium yang terbentuk di dalam retakan kecil pada amandel. Endapan ini terbentuk akibat penumpukan sisa makanan, lendir, dan bakteri, sehingga tampak seperti bintik-bintik putih atau pun kuning pada amandel. Gejala umum yang ditimbulkan dari batu amandel yaitu bau napas tidak sedap, sakit tenggorokan, dan nyeri telinga.
  • Mononukleosis
    Mononukleosis yang juga dikenal sebagai demam kelenjar merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus Epstein-Barr (EBV). Penyebaran infeksi ini adalah melalui air liur. Gejala-gejala yang ditimbulkan dari mononukleosis meliputi sakit kepala, demam, ruam kulit di badan, pembengkakan kelenjar getah bening, dan lemas. Kondisi ini bisa menjadi salah satu penyebab bercak putih di sekitar amandel.

Selain dari berbagai kondisi di atas, detritus tonsil juga dapat disebabkan oleh penyakit lain yang kurang umum, seperti leukoplakia, kanker mulut, hingga HIV/AIDS. Orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah lebih rentan mengalami bercak putih di amandel. Tidak hanya itu, berada dalam jarak dekat dengan penderita detritus tonsil juga meningkatkan risiko Anda tertular penyakit tenggorokan, seperti radang tenggorokan atau mononukleosis.

 

Cara Mengatasi Detritus Tonsil

Perawatan untuk penderita detritus tonsil tergantung dari penyebab yang mendasarinya. Jika bercak putih pada amandel disebabkan oleh penyakit mononukleosis, Anda disarankan beristirahat dan minum cukup air putih hingga gejala mengalami perbaikan. Dokter mungkin akan meresepkan kortikosteroid untuk kondisi radang yang parah.

Sedangkan untuk radang tenggorokan karena infeksi bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik. Obat penghilang rasa sakit seperti paracetamol atau ibuprofen, bisa digunakan untuk membantu mengurangi pembengkakan dan rasa nyeri yang muncul.

Untuk kondisi detritus tonsil yang disebabkan kandidiasis, dokter akan meresepkan obat antijamur untuk mengatasinya. Sedangkan untuk batu amandel, tidak diperlukan penanganan khusus, kecuali batu amandel menyebabkan ketidaknyamanan di tenggorokan.

Beberapa perawatan lainnya yang dapat Anda lakukan di rumah untuk membantu meringankan gejala detritus tonsil adalah:

  • Istirahat yang cukup.
  • Berkumurlah menggunakan larutan air garam, selama 10 hingga 15 detik.
  • Konsumsi minuman hangat yang tidak mengandung kafein, seperti kaldu ayam atau teh herbal.
  • Hindari tempat-tempat yang memiliki kadar polusi tinggi. Kenakan masker ketika bepergian, untuk melindungi Anda dari paparan debu dan udara kotor.
  • Gunakan humidifier untuk membantu meredakan tenggorokan kering.

Bila bercak putih pada amandel terjadi selama beberapa hari, disertai rasa nyeri, kesulitan untuk menelan dan bernapas, kemungkinan Anda mengalami infeksi atau pun sumbatan saluran pernapasan. Segera periksakan diri ke dokter THT bila terjadi gejala-gejala tersebut untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat terhadap detritus tonsil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here