LokasiDewasa – Saat berbicara dengan anak remaja, sampaikan tidak hanya fakta dan informasi seputar seksualitas, namun juga perasaan, pendapat, dan sikap Anda mengenai isu-isu tertentu, seperti seks oral atau isu-isu seksualitas secara umum, sesuai dengan konteks nilai keluarga, agama, atau personal Anda. Beri tahukan risiko dari setiap kondisi secara objektif, termasuk dari sisi emosional, infeksi menular, dan kehamilan tidak diinginkan. Jelaskan pentingnya kontrasepsi, terutama kondom, dan juga bahwa seks oral bukanlah solusi aman dari seks penetrasi vagina.

Baca juga: Sering Merasa Cemas Sebelum Berhubungan Seks? Ini Cara Mengatasinya!

Jika anak remaja Anda menonton film porno, jangan panik. Jangan pula memarahinya. Gunakan kesempatan ini sebagai pembuka diskusi mengenai apa saja yang telah ia lihat dan sampaikan padanya bahwa penasaran tentang seks itu adalah hal yang lumrah. Sebagai orangtua, Anda wajib menggunakan kesempatan ini untuk meluruskan ‘fantasi’ dan risiko dunia nyata yang mungkin terjadi dari film-film porno, dan bahwa seks adalah hal personal dan privat bagi orang dewasa.

Berbagai faktor seperti tekanan teman sebaya, rasa ingin tahu dan kesepian, misalnya, mengarahkan beberapa remaja dalam aktivitas seksual dini. Tapi, tidak usak usah terburu-buru. Ingatkan anak ABG Anda bahwa seks adalah perilaku orang dewasa. Sampai saat itu, masih banyak cara lain untuk mengekspresikan kasih sayang, dengan cara mengobrol, jalan-jalan, pegangan tangan, mencium, atau memeluk.

Jelaskan pula bahwa tidak ada seorang pun yang harus merasa diwajibkan untuk berhubungan seks atas dasar paksaan atau ketakutan. Segala macam seks atas dasar paksaan adalah bentuk pemerkosaan, tidak peduli pelaku adalah orang asing maupun yang mereka kenal baik.

Selalu tekankan pada anak Anda bahwa tidak adalah tidak, dan pengaruh alkohol maupun obat-obatan akan merusak kemampuannya dalam mengambil keputusan soal seks, dan bisa berujung pada kekerasan seksual. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here